Sejarah Dusun
Padukuhan Jurug merupakan salah satu dari 7 padukuhan yang berada di wilayah Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan Giricahyo sendiri terletak di sisi barat Kabupaten Gunungkidul dan berbatasan langsung dengan wilayah pesisir selatan, menjadikannya salah satu desa yang terhubung dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Nama Giricahyo berasal dari dua kata dalam Bahasa Jawa, yaitu “Giri” yang berarti gunung dan “Cahyo” yang berarti cahaya. Nama ini diberikan setelah adanya pemekaran wilayah dari daerah sebelumnya yang bernama Karangtengah pada tahun 1919, dan berubah menjadi Giricahyo sekitar tahun 1946.
Kalurahan Giricahyo memiliki luas wilayah mencapai 16.077,855 hektar, dan menjadi salah satu desa dengan garis pantai terpanjang di wilayah Kapanewon Purwosari, serta berdekatan dengan objek wisata Pantai Parang Endog yang berada di Desa Girijati.
Wilayah Giricahyo berada di ketinggian antara 100 hingga 750 meter di atas permukaan laut, dengan kondisi geografis yang didominasi oleh daerah miring dan perbukitan berbatu. Struktur tanahnya terdiri dari latsol, meditran merah, dan grumosol hitam yang bercampur dengan bebatuan kapur. Sekitar 75% wilayah desa ini memiliki tingkat kemiringan antara 0–2%, menjadikannya kawasan yang cukup menantang namun juga kaya akan potensi alam.
Adapun pembagian wilayah Kalurahan Giricahyo terdiri atas 7 padukuhan, yaitu:
Padukuhan Gabug
Padukuhan Wuni
Padukuhan Karangtengah
Padukuhan Jurug
Padukuhan Nglumbung
Padukuhan Jati
Padukuhan Jambu
Padukuhan Jurug sebagai bagian dari desa ini turut aktif dalam pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan, serta menjadi salah satu titik pengabdian mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan berbagai kolaborasi pembangunan berbasis masyarakat.
Sumber : https://desagiricahyo.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/57
